Pelatihan Dai Lima Kabupaten
PURWOKERTO– Sebanyak 250 aktivis dan takmir masjid dari lima kabupaten di Jawa Tengah bagian selatan, mengikuti pelatihan dai di Masjid Fatimatuzzahra, Purwokerto, Jawa Tengah. Pelatihan yang diisi dengan pemberian berbagai materi ini diselenggarakan selama tiga hari sejak Jumat (7/8) hingga Ahad (9/8) ini.
Ketua panitia pelatihan, Nuskhi Zetka, menyatakan, para takmir dan aktivis masjid yang diundang mengikuti pelatihan, umumnya para pengurus masjid yang berasal dari pedesaan di wilayah Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Cilacap, Banjarnegara, dan Kebumen (Barlingmascakeb).
”Karena itu, kita tidak memungut biaya pada peserta pelatihan ini. Semuanya dibiayai dari para donatur,” jelasnya, Sabtu (8/8).
Selama mengikuti pelatihan, para peserta juga diinapkan di asrama lingkungan masjid. Sedangkan kegiatan pelatihan, dimulai sejak usai waktu shalat subuh hingga pukul 22.00. ”Materi pelatihan meliputi pemberian ceramah oleh narasumber hingga workshop,” tambahnya.
Dalam pelatihan ini, beberapa narasumber yang dihadirkan terdiri atas Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri, Yunahar Ilyas; mantan ketua HMI MPO, Eggi Sudjana; Wapemred Republika, Nasihin Masha; mantan sekjen HMI MPO yang juga dosen Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Nuskhi Zetkha; dosen Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Mintaraga Lc MAg; pemilik penerbitan Darussunah, Munir Badjeber; serta beberapa pembicara lain.
Nuskhi Zetkha yang juga ketua takmir masjid Fatimatuzzahra, menyebutkan, tujuan penyelenggaraan pelatihan ini, antara lain untuk memberi pencerahan mengenai profesi seorang dai bagi para pengurus masjid. ”Dalam pelatihan ini, para pengurus masjid tersebut akan mendapat pelatihan mengenai masalah kemandirian, pendalaman mengenai nilai-nilai Islam, serta teknik berkhutbah yang efektif,” jelasnya.
Dan, seusai pelatihan, kata Nuskhi, akan dibentuk semacam jaringan dengan induk jaringan di masjid Fatimatuzzahra. Salah satunya, dalam hal pembiayaan pendidikan bagi keluarga tidak mampu.
Menurutnya, masjid Fatimatuzzahra–yang didirikan atas wakaf dari seorang pengusaha tekstil Arab Saudi, Abu Sofi–memiliki lembaga amal zakat, infak, dan sedekah (Lazis). Melalui lembaga ini, banyak anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampu mendapat bantuan biaya pendidikan. Dari tingkat sekolah menengah hingga perguruan tinggi.
”Dengan adanya jaringan ini, para pengurus masjid yang telah mengikuti pelatihan bisa mengajukan nama anak-anak dari keluarga tidak mampu, untuk mendapatkan bantuan melanjutkan pendidikan,” katanya.
Kegiatan pelatihan dai ini merupakan yang ke-13 kalinya sejak tahun 1996.



Recent Comments